Jumat, 04 Oktober 2013

BEBERAPA TANAMAN HIAS DAN CARA MENANAMNYA

1. ADIANTUM (Suplir)


Daunnya halus, lndah, dan berspora di pinggir. sedan gkan akarnya bercabang banyak Jenisnya ada yang berdaun halus ( Adi
antum cuneatum), berdaun lebar berkipas (Adiantum celebicum), berdaun bentuk wajik (Adiantum hispidulun), berdaun bulat telur (Adiantum pedatum), dan lain-lain. Tanah dalam pot sebaiknya terdiri dari 1 bagian tanah, 1 bagian humus, 1 bagian bagian pakis kering yang ditumbuk halus. dan 1 bagian pasir. Pada setiap ember campuran tanah, tambahkan 2 sendok makan tepung tulang. Untuk mendapatkan suplir yang banyak. kita dapat membelah-belah tanaman yang subur berserta akarnya.

2. ACALYPHA WILKESIANA (Daun Mangsi)


Acalypha Wilkesiana (Daun Mangsi) adalah perdu hias. Jenisnya banyak, berasal dan Polenesia, dan tingginya bisa mencapai 2—6 meter. Daunnya berbecak warna merah tua, merah muda atau merah cokelat. Batangnya hijau atau merah tua. Tanaman ini memerlukan sinar matahari langsung selama 4 jam atau lebih, tetapi juga bisa tumbuh dalam sinar matahari tidak langsung.
Tanah untuk tanaman ini sebaiknya terdiri dari 1 bagian tanah, 1 bagian humus, dan 1 bagian pasir. Pada 1 ember campuran ini, tambahkan 1,5 sendok teh superfosfat 20%. 1 sendok makan batu kapur yang ditumbuk, dan 2 sendok makan pupuk. Tanaman bisa diperoleh dengan care stek. Untuk memelihara tanaman tua yang rindang karena banyak cabangnya, potong sampai setinggi 20-30 cm.

3. AGLAONEMA PICTUM (Sri Rezeki)


Aglaonema atau Sri Rezaki, adalah Janis tanaman yang kuat dan bisa bertahan dalam pojok rumah yang gelap. Tanaman Sri Rezeki lambat pertumbuhannya, tahan keteduhan, sehingga cocok untuk tanaman hias rumah. Bentuk daun lonjong berombak. Bunganya tersusun dalam rangkaian berbentuk tongkol, atasnya berwarna kuning. Tingginya hanya 50-60 cm. Kenon ceritanya, kelebatan bunga ini menunjukkan banyaknya rezeki dalam rumah. Tanah pot terdiri dari 1 bagian tanah, 1 bagian humus 1 bagian pasir, pada setiap ember campuran tanah ini ditambahkan 1,5 sendok teh supedosfat 20%, 1 sendok makan bubuk batu gamping,dan 2 sendok teh pupuk. Tanahnya secukupnya saja disiram air.

4. PEPEROMIA SANDERSIL (Sirih Hias)


Peperomia Sandersil atau Sirih Hias ini berasal dan Brasillia. Tingginya tidak lebih dari 1 meter sehingga baik sekali untuk tanaman hias dalam pot. Untuk pertumbuhan yang baik pergunakan tanah pot yang terdiri dari 1 bagian tanah, 1 bagian humus, dan 1 bagian pasir. Untuk tanah campuran ini, setiap ember ditambah 1,5 sendok teh superfosfat, 1 sendok makan batu kapur yang ditumbuk. dan 2 sendok teh pupuk. Jaga agar tanah cukup kering antara waktu menyiram, dan jangan kena sinar matahari langsung. Tanaman ini diperbanyak dengan cara stek batang atau daun, atau dengan membelah tanaman lama.

5. PILEA CADIEREI (Tanaman Alumunium)


Pilea Cadierel atau Tanaman Alumunium cocok untuk tanaman pot dalam rumah atau di atas meja Tingginya tidak lebih 25 cm dan tidak boleh terkena cahaya matahari langsung. Sebaiknya tinggi pot 7,5-10 cm, sehingga ada keseimbangan antara pertumbuhan akar dan perkembangan daun. Usahakan tanah tidak terlalu basah sewaktu menyiram. Tanah dalam pot terdiri dari 1 bagian tanah, 2 bagian humus, dan 1 bagian pasir. Setiap campuran tanah dalam ember tambahkan 1,5 sendok teh superfosfat sebanyak 20%, 1 sendok makan batu kapur yang ditumbuk. dan 2 sendok teh pupuk Tanaman ini dapat diperbanyak dengan cara stek batang atau membelah akar.

6. SAINT PAULIA (Sfrican Violet atau Violces)


Saint Paula atau African Violet atau Volces ini pertama kali ditemukan di dataran tinggi Usambara sekitar tahun 1892 oleh Baron Walter Von Sain. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari saringan (misalnya, atap plastik buram). Tempat yang terang dan sirkulasi udara yang baik (angin tidak terlalu kencang) akan membantu pertumbuhan yang sehat. Tanah dalam pot ini terdiri atas 1 bagian tanah gembur dan 1 bagian pasir serta 2 bagian humus. Tambahkan secukupnya bahan penutas (pecahan genting) di dasar pot untuk penutas yang baik. Pemupukan yang teratur (dengan kadar P dan K cukup tinggi) untuk merangsang pembuangan. Sementara untuk yang masih muda atau bayi, membutuhkan pupuk dengan kadar NPK yang seimbang Insektisida dan fungisida (obat anti jamur) diperlukan juga untuk mencegah serangga dan jamur. Pembiakan dapat dilakukan dengan cara stek daun.

Pustaka
Buku Genius Senior oleh Edi Songo

Sumber Foto / Gambar
www.kobisiteniz.com
jardinbrico.com
questmachine.org
en.wikipedia.org
southerntropicals.com
greenquest.com

0 comments:

Poskan Komentar