Sabtu, 06 April 2013

MORFOLOGI SERANGGA (HEXAPODA)

Serangga disebut juga insekta (insect) atau heksapoda. Insect berasal dari kata insecare. Kata in artinya menjadi, sedangkan secare artinya me-motong atau membagi. Jadi, arti insect adalah binatang yang badannya terdiri dari potongan-potongan atau segmen-segmen. Sementara itu, heksapoda (hexapoda) berasal dari kata hexa (enam) dan podos (kaki). Jadi, heksapoda berarti binatang yang berkaki enam.


Jumlah serangga di dalam tanah setiap hektarnya lebih kurang 2,5-10 juta. Sementara itu, pada lapisan tanah hutan dengan kedalaman 45 cm terdapat lebih kurang 150 juta serangga/ha. Pada pagi hari, serangga yang beterbangan lebih kurang 7.000 ekor/ha di udara, sedangkan pada sore hari lebih kurang 27.000 serangga/ha.


Keistimewaan serangga, di antaranya memiliki kekuatan yang sangat besar. Misalnya, kumbang Lucanus dama, keluarga Lucanidae, yang memiliki berat 1,2 gram dapat menarik benda yang beratnya 106 gram dengan benang pada pinggangnya. Beban yang ditarik lebih kurang 90 kali berat badan kumbang itu sendiri dan jauhnya 30 kali panjang badannya dalam waktu 25 menit. Banyak serangga lain dapat membawa bahan yang bobotnya 10-20 kali berat badannya. Tidak hanya itu, serangga mudah sekali menyesuaikan diri dengan keadaan sekelilingnya. Walaupun menyukai tanaman tertentu, serangga masih dapat hidup dengan memakan jenis tanaman lain jika tanaman yang disukai tidak ada.


Serangga merupakan kelompok terbesar di dunia sehingga perlu dibahas terlebih dahulu secara umum, baik morfologi, pernapasan, perlindungan diri, makanan dan pencernaan, perkembangbiakan, dan pengelompokannya. Tujuannya untuk memudahkan dalam pengendaliannya karena ada serangga yang berguna untuk manusia. Namun, banyak juga serangga yang menjadi hama dan merugikan manusia.


1. Morfologi
Ukuran serangga beragam. Yang terkecil ukurannya kurang dari 0,25 mm, sedangkan yang terbesar mencapai 15-25 cm. Berat rata-rata serangga tidak lebih dari 5,72 mg. Sebagai contoh, berat lalat sekitar 15-30 mg. Sementara itu, berat rata-rata ulat dewasa 3,5 g.


Tubuh serangga terdiri dari 3 bagian, yaitu sebagai berikut.


a. Kepala (cepal)
Kepala serangga terdiri dari 6 ruas (segmen). Di kepala tersebut terdapat mata, antena, dan mulut. Masing-masing penjelasannya sebagai berikut.


1) Satu pasang mata majemuk yang terletak di kiri-kanan kepala. Mata majemuk terdiri dari beberapa puluhan atau ratusan bahkan ribuan kesatuan mata faset menyerupai lensa yang berbentuk heksagonal, tergantung dari jenis serangga. Serangga yang belum dewasa (larva atau nimfa) maupun yang telah dewasa terdapat mata ocellus (mata sederhana). Mata ini berukuran kecil.


2) Satu pasang antena sebagai alat perasa. Dengan antena, serangga dapat mengetahui keberadaan makanan, arah perjalanan, jodoh, bahaya, dan dapat mengadakan hubungan dengan sesamanya.


3) Mulut. Ada beberapa macam mulut serangga menurut kegunaannya, yaitu:


- sebagai alat untuk menggigit atau menguyah. Mulut tersebut berfungsi agar bagian tanaman yang telah dikunyah dapat terus ditelan. Mulut jenis ini terdapat pada ulat, jangkrik, dan belalang. Serangga yang memiliki mulut ini disebut serangga pengunyah atau pemamah.


- sebagai alat untuk menyerap (absorb). Mulut jenis ini terdapat pada lalat rumah.


- sebagai alat untuk menusuk dan mengisap cairan tanaman. Alat tersebut disebut stylet. Jenis mulut ini terdapat pada aphis, lalat sapi, kupu-kupu penusuk buah, dan thrips.


- sebagai alat pengisap. Jenis mulut pengisap terdapat pada kupu-kupu pengisap madu.


- sebagai alat mengunyah dan menjilat. Mulut jenis ini terdapat pada lebah madu.


b. Dada (thorax)
Dada merupakan tempat melekatnya (bersambungnya) kaki dan sayap. Dada serangga terdiri dari prothorax, mesothorax, dan metathorax. Setiap ruas dada serangga terdapat sepasang kaki. Namun, ada serangga muda yang sama sekali tidak memiliki kaki. Di lain pihak, ada pula serangga yang dalam tingkatan muda sudah punya 3 pasang kaki pada dadanya, bahkan ada tambahan 2-8 pasang kaki yang lunak pada bagian perut. Kaki-kaki lunak tersebut disebut kaki semu. Kaki-kaki tersebut akan hilang setelah dewasa, misalnya pada ulat (caterpillar).


Serangga adalah binatang tidak bertulang belakang yang mempunyai sayap. Jumlah sayapnya bermacam-macam. Tidak ada serangga yang mempunyai sayap lebih dari dua pasang (empat sayap). Beberapa serangga hanya mempunyai sepasang sayap, misalnya lalat. Sering kali ada jenis serangga yang salah satu jenis kelaminnya mempunyai sayap, misalnya jantannya saja, sedangkan jenis kelamin yang lainnya atau betinanya tidak bersayap. Bahkan, ada juga serangga dewasa yang tidak pernah mempunyai sayap, misalnya semut.


Sayap tidak mempunyai tulang, otot-otot, dan persendian atau bulu. Aktivitas urat syaraf dan darah pun sangat kurang. Sayap terbentuk dari helaian kulit tipis sederhana yang dapat digerakkan karena adanya otot-otot yang melekat di dasar sayap di dalam dinding badan. Sayap serangga ada yang belum berfungsi sebelum dewasa.


Bentuk sayap setiap golongan serangga berbeda-beda sehingga dijadikan penentu dalam pengklasifikasian serangga. Umumnya akhiran kata nama ordo serangga ada kata ptera yang artinya sayap. Misalnya, Diptera (lalat) merupakan serangga bersayap dua, Coleoptera (kumbang) adalah serangga yang bersayap penutup, Lepidoptera (kupu-kupu) adalah serangga yang sayapnya bersisik, Hemiptera (kutu busuk) adalah serangga yang bersayap setengah, Hymenoptera (lebah) adalah serangga yang bersayap selaput (membrane), dan Orthoptera (belalang) adalah serangga yang mempunyai sayap lurus.


Ada beberapa ukuran sayap, mulai yang terkecil ( sekitar 0,025 cm) hingga yang terbesar (25-30 cm). Sayap tersebut diukur dari ujung ke ujung sayap. Serangga yang mempunyai sayap terbesar belum tentu kecepatan terbangnya lebih tinggi dari serangga bersayap lebih kecil. Faktor yang menentukan kecepatan terbang selain besarnya sayap, juga jumlah kepakan sayap setiap detiknya. Biasanya serangga bersayap kecil atau sedang justru jumlah kepakan per detiknya cukup banyak. Kupu-kupu lebih kurang 9 kali setiap detik, capung 28 kali, lalat 180-350 kali, dan lebah madu 200-400 kali setiap detik. Karena cepatnya berkepak, sayap lebah tidak dapat terlihat.


Lebah madu mempunyai kecepatan terbang lebih kurang 21 km/jam. Lalat rumah lebih kurang 8 km/jam dan lalat kuda lebih kurang 56 km/jam. Sementara itu, capung jenis tertentu ada yang mempunyai kecepatan lebih kurang 96 km/jam.


c. Perut (abdomen)
Perut serangga terdiri dari 11 atau 12 ruas. Perut tidak mempunyai kaki seperti pada bagian dada. Ruas perut yang terakhir (ke-11) terdapat tambahan ruas yang disebut cercus (kata jamak cerci). Wujudnya berupa sepasang ruas yang sederhana, menyerupai antena. Cercus yang sangat panjang menyerupai ekor. Cercus yang panjang jumlahnya 2 atau 3, misalnya pada lalat sehari (Ephemera varia Eaton). Ada pula cercus yang berbentuk seperti catut (kakatua), misalnya pada cocopet (Dermaptera).


Segmen perut yang ke-12 disebut telson atou periproct. Segmen tersebut tidak pernah ada tambahan (appendages). Pada telson terdapat lubang untuk buang kotoran (anus). Alat reproduksi betina terletak di antara ruas ketujuh dan kedelapan pada permukaan bawah (ventral). Sementara itu, alat reproduksi jantan terdapat pada batas belakang ruang perut yang kesembilan yang terletak pada permukaan bawah (ventral).



Pustaka - MORFOLOGI SERANGGA (HEXAPODA)


Hama penyakit tanaman Oleh Pracaya

0 comments:

Poskan Komentar