Senin, 01 April 2013

Jenis Memori Otak Manusia

Memori Otak Manusia Terbagi Menjadi 4 Jenis


Penelitian telah menunjukkan bahwa memori terbagi dalam beberapa jenis. Masing-masing memori otak manusia memiliki mekanisme unik dalam menyimpan informasi. Hal yang patut dicatat adalah walaupun terbagi-bagi dalam beberapa jenis, setiap jenis memori terhubung satu sama lain. Pengaktifan salah satu jenis memori akan mengaktifkan memori jenis lainnya. Hal ini memungkinkan sebuah informasi dapat disimpan di beberapa tempat penyimpanan memori yang berbeda. Berarti, apabila kita mampu menyimpan informasi tersebut dalam berbagai jenis memori, akan memudahkan untuk mengakses kembali informasi tersebut, kapan pun dibutuhkan.


1. Memori Jangka Pendek
Memori jenis pertama sudah dibahas sebelumnya, yaitu memori jangka pendek (immediate memory). Memori ini memiliki 7 kapasitas memori (± dua) dan berdurasi sekitar 15-30 detik. Dengan kata lain, seorang dewasa mampu mengingat 5-9 kapasitas memori selama kurang lebih 15 hingga 30 detik.


Apakah pernah terlintas dipikiran Anda bahwa jumlah angka pada nomor telepon (lokal telkom) berjumlah tidak lebih dari 9 digit? Mengapa demikian? Angka 7 sepertinya merupakan sebuah keterbatasan biologis yang nyata pada ingatan jangka pendek seseorang. Ketika sebuah deretan angka lebih dari 7, akan sulit bagi seseorang untuk mengingat deretan angka tersebut.Sering Anda harus mengelompokkan terlebih dahulu angka-angka tersebut menjadi beberapa kelompok agar memudahkan untuk mengingatnya.


Memori jangka pendek memang memiliki keterbatasan, tidak hanya dalam hal kapasitas memori manusia yang dapat diingat, tetapi juga durasinya. Durasi jenis memori ini yang hanya berkisar antara 15 hingga 30 detik akan membuat memori ini hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara informasi yang akan diolah. Namun, apabila Anda sering melakukan "pengulangan" dalam mengakses informasi, kemungkinan besar informasi tersebut akan masuk ke dalam jenis memori lainnya, yaitu memori kerja (working memory).


Memori jangka pendek merupakan suatu proses aktif. Mengulang-ulang nomor telepon rekan sampai Anda dapat mengingatnya merupakan salah satu contoh yang bisa dilakukan. Sebenarnya, Anda bisa memberikan "perlakuan" yang tepat pada jenis memori ini. Dalam hal ini, yang perlu dilakukan pada saat ingin mengingat sebuah informasi yang baru saja diterima, Anda dapat langsung mengaitkan atau mengasosiasikannya dengan hal-hal tertentu. Setelah berhasil memberikan "perlakuan" yang tepat, Anda akan dapat memanggil kembali informasi tersebut kapan pun Anda membutuhkannya. Beberapa "perlakuan" terhadap memori ini akan dibahas lebih mendalam pada bagian berikutnya.


2. Memori Kerja
Jenis memori kedua adalah memori kerja (working memory). Memori ini dapat menyimpan informasi mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam kemudian. Biasanya, memori kerja berfungsi mengubah informasi, tetap menjejaki perubahan dan memperbarui memori, pemanggilan kembali informasi, membuat perbandingan, dan membagi perhatian. Dari beberapa penelitian, disebutkan bahwa terdapat korelasi besar yang cukup positif antara efisiensi memori kerja dengan kemampuan kognitif umum. Ini berarti bahwa seseorang yang memiliki memori kerja yang baik cenderung memiliki kemampuan kognitif di atas rata-rata. Kemampuan menyimpan informasi yang dilakukan oleh memori kerja memungkinkan informasi tersebut masuk ke dalam memori jangka panjang. Kemampuan memori kerja dalam menyimpan informasi sangat bergantung pada usia. Semakin berumur, semakin besar kapasitas memori kerja seseorang.


3. Memori Perantara
Memori perantara merupakan jenis memori yang ketiga. Dalam hal ini, informasi yang telah keluar dari memori jangka pendek dan memori kerja, kemudian masuk ke tempat penampungan sementara yang disebut memori perantara. Mungkin kita menganggap bahwa apabila sebuah informasi telah diproses dan tidak dibutuhkan lagi, informasi tersebut akan hilang. Sebenarnya, informasi tersebut akan ditransfer ke memori jangka panjang pada saat kita tidur.


4. Memori Jangka Panjang
Jenis memori terakhir adalah memori jangka panjang. Memori ini adalah tidak terbatas dan berdurasi selamanya! Anda tentu dapat membayangkan betapa hebatnya diri Anda apabila mampu menggunakan jenis memori ini secara maksimal.


Ada yang membagi memori jangka panjang menjadi memori nondeklaratif (implisit) dan memori deklaratif (eksplisit). Pendapat lainnya membagi memori jangka panjang menjadi dua macam, yaitu memori episodik dan memori semantik.


Transfer informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang dapat mengalami hambatan yang disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah seberapa penting informasi tersebut bagi seseorang. Dalam hal ini, salah satu bagian dari otak kita, yaitu hippocampus akan memberikan suatu tanda atau label "penting" pada informasi yang dianggap penting. Setelah itu, hippocampus akan mentransfer informasi ini ke seluruh bagian otak NEO CORTEX yang menyimpannya sebagai memori jangka panjang.


Tentu akan muncul pertanyaan, informasi apa saja yang dapat dikategorikan sebagai informasi penting. Informasi yang paling mendapat perhatian dan memiliki nilai penting adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan keselamatan hidup. Jenis informasi ini akan segera tersimpan di dalam memori jangka panjang seseorang dan cukup sekali saja. Apakah Anda ingin mengulangi pengalaman digigit anjing untuk kedua kalinya? Tentu tidak!


Informasi lainnya yang juga dianggap penting adalah pengalaman yang mengandung muatan emosi yang kuat. Bagian otak yang berhubungan dengan segala jenis pengalaman yang mengandung muatan emosi ini adalah AMYGDALA. Bagi Anda yang pernah mengenyam pendidikan kesarjanaan (S1, S2, atau S3) tentu masih ingat prosesi wisuda yang mengharukan. Setelah melewati proses yang cukup menguras waktu dan tenaga, akhirnya wisuda yang dinanti-nantikan pun tiba. Suasana riang gembira bersama teman sewisuda, teman sekampus, dan tentu saja orangtua Anda merupakan momen yang tak terlupakan. Momen tersebut adalah momen yang sangat berarti dalam perjalanan hidup Anda. Informasi atau pengalaman tersebut akan terekam di memori dalam jangka waktu yang panjang.


Mempelajari sesuatu yang baru merupakan faktor lain yang dapat diberi label penting oleh otak. Ketika Anda baru bisa naik sepeda, pengalaman seperti itu akan terus terekam di dalam memori Anda. Siapa yang pertama kali mengajari Anda naik sepeda, di mana Anda belajar bersepeda untuk pertama kalinya, pada usia berapa Anda belajar? Atau, berapa kali Anda jatuh atau menabrak sesuatu pada saat sedang belajar bersepeda? Tentu semua masih terekam dalam ingatan Anda.


Ketika Anda mempelajari sesuatu yang menurut Anda baru, secara tidak langsung otak akan bertanya kepada Anda "Apa arti belajar ...(misalnya, bersepeda) buat Anda?" Jika menurut Anda hal yang dipelajari sangat berarti atau masuk akal, kemungkinan besar informasi tersebut akan tersimpan di dalam memori jangka panjang. Maksud kata: "berarti" adalah hal, momen, atau sesuatu yang ingin dipelajari memiliki relevansi pada diri. Sifatnya sangat personal dan tergantung pada pengalaman seseorang sebelumnya. "Masuk akal" maksudnya adalah apabila seseorang dapat memahami hal yang dipelajari dan menghubungkannya dengan pengalaman (pembelajaran) yang telah dialami sebelumnya.



Pustaka - Jenis Memori Otak Manusia


Metode Jitu Meningkatkan Daya Ingat (Memory Power) Oleh Deasy Harianti

0 comments:

Poskan Komentar