Jumat, 16 November 2012

Mengenal Narkotika dan Jenisnya

Mengenal Narkotika


Narkotika berasal dari bahasa Inggris narcotics. yang berarti obat bius. Pada zaman dahulu, narkotika sering dipakai untuk tujuan mengurangi rasa sakit atau untuk mengurangi stres. Narkotika berasal dari tanaman Popover somniferum. Ketika dimasukkan ke dalam tubuh. Narkotika akan mempengaruhi kerja sistem saraf, sehingga orang tidak akan merasakan sakit, sekalipun bagian tubuhnya di potong-potong. Narkotika dapat menimbulkan ketergantungan. Istilah ketergantungan mengandung anti bahwa orang yang sudah terlanjur mengkonsumsi obat narkotika akan merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya jika dia berhenti mengkonsumsi narkotika tersebut.

Namun, seseorang tidak akan mengalami ketagihan atau kecanduan jika penggunaan narkotika tersebut atas petunjuk (izin) dokter. Yang menjadi masalah jika pemakaian tidak sesuai dengan anjuran dokter dan sudah berjalan lama, baik melalui oral (mulut) ataupun kulit (suntikan) (lihat Gambar), itulah yang dapat menyebabkan ketagihan atau kecanduan, dan akhirnya akan dapat menimbulkan ketergantungan.

Beberapa contoh zat atau baban yang dapat digolongkan narkotika antara lain ganja, heroin, putaw, morfin, kokain, dan sebagainya.

1. Ganja
Ganja berasal dari tanaman yang biasa dikenal dengan mariyuana (Cannabis saliva), tanaman ini termasuk zat narkotika, dan biasa digunakan dalam bentuk padatan kering seperti tembakau dan umumnya dihisap atau dibakar seperti rokok. Penyalahgunaan ganja dapat menimbulkan kerusakan baik fisik maupun psikis. Tanda-tanda yang terlihat bagi orang yang mengkonsumsi ganja antara lain mata memerah, bicara ngelantur, gembira atau tertawa tanpa sebab, sulit mengendalikan diri, dan lemah jasmani. Jika seri ng mengkonsumsi dan menghisap ganja dapat menyebabkan orang jadi pemalas, apatis, berperilaku negatif, malas berpikir, dan sebagainya.


2. Opium
Opium biasa dikenal dengan sebutan kodein, morfin, heroin dan putaw. Opium berasal dari getah kering dari tanaman Papaver somniferum. Dalam dunia kedokteran. opium digunakan sebagai obat penahan rasa sakit atau yang biasa dikenal dengan analgesik.

a. Morfin


Friedrich Seturner


Morfin pada awalnya diisolasi dari getah buah oleh Friedrich Seturner pada tahun 1905. Pada masa itu merupakan masa peperangan, penggunaan morfin pada waktu itu bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit. Namun karena bersifat adiktif. banyak tentara yang mengalami kecanduan atau ketagihan akan morfin pada waktu itu. Morfin dapat menyebabkan kematian jika dipakai dalam dosis tinggi (lihat Gambar)



b. Heroin
Merupakan turunan morfin dan dibuat sebuah perusahaan bernama Bayer Company pada tahun 1974 di Jerman.


c. Kodein
Sama dengan heroin yang merupakan turunan dari morfin. Bedanya hanya pada tingkat kekuatan adiksinya. Efek adiksi kodein lebih lemah dari heroin atau morfin dan biasanya digunakan dalam obat penghilang rasa nyeri.


Kodein


Pemakaian opium biasanya dengan cara dihisap seperti menghisap rokok atau disuntikkan ke tubuh melalui kulit (lihat Gambar). Orang yang sudah pernah mengkonsumsi opium. jika ingin bebas dari obat ini harus berjuang ekstra keras. Mereka harus mau beri uang melawan kesakitan, kejang-kejang, kram perut, rasa mau pingsan, dan rasa sakit yang lainnya. Seandainya tidak kuat melawan rasa sakit tersebut. Biasanya orang akan minta disuntik atau menghisap opium lagi, dan jika dilakukan terus-menerus akan menimbulkan ketergantungan yang sangat berbahaya bagi jiwanya.



3. Kokain
Nama kokain berasal dari kata koka (Erythroxylon coca). nama jenis tanaman yang merupakan asal dari kokain tersebut. Dulu kokain digunakan sebagai pembius (anestetik). Kokain mempunyai nama lain di antaranya coke, charlie, atau snow (lihat Gambar).


Beberapa tanda yang sering diperlihatkan oleh pemakai kokain antara lain gaduh karena terlalu gembira, suka bicara, gelisah dan lain-lain.


4. Sedativa-Hipnotika
Berbagai zat yang digolongkan ke dalam sedativa-hipnotika antara lain sebagai berikut.

a. Asam Barbiturat
Asam barbiturat adalah suatu asam urat. Asam barbiturat ini dapat dengan mudah diubah menjadi sejumlah sedativa dan hipnotika lain yang lebih mudah larut dalam lemak sehingga reaksinya lebih cepat dan mempunyai khasiat yang lebih kuat, misalnya veronal (barbital). Pemakaian dosis tinggi asam barbiturat dapat menimbulkan gangguan pembuluh darah dan jantung (bradikardia), sedangkan efek yang paling berbahaya adalah efek menekan pernapasan sehingga dapat menyebabkan pingsan atau kematian.

Dalam dosis kecil, asam barbiturat memberikan efek menenangkan (sedasi), sedangkan dalam dosis besar dapat membuat tidur. Jika dosisnya terlihat tinggi akan mengakibatkan terhambatnya pernapasan, komplikasi jantung, koma bahkan kematian.

Intoksikasi barbiturat ditandai dengan pernapasan lambat dan dangkal, naik cepat dan lemah, tekanan darah turun, kulit berkeringat, gerakan serba lambat, bicara lambat, bicara pelo (cadel), jalan sempoyongan dan tidak stabil, arefleksi, sulit berpikir, daya ingat terganggu, daya penilaian terhadap realitas kacau, lingkup perhatian menyempit, tertawa terkekeh, emosi labil, irritable, bersikap bermusuhan, mudah bertengkar, muram, mudah curiga, kebiasaan hidup menjadi tidak teratur, dan ada kecenderungan bunuh diri.

Gejala putus zat jenis barbiturat terdiri atas gejala ringan, antara lain berupa insomnia, ansietas (ketakutan), tremor (gemetaran) anggota badan bagian atas, gerakan-gerakan sentakan, kelemahan otot, anoreksia, mual dan hipotensi. Gejala berat memperlihatkan antara lain: kejang-kejang, serangan psikotik, gangguan orientasi, agitasi, waham, halusinasi, dan delirium. Karena adanya hipertermia dan agitasi, pasien dapat jatuh dalam keadaan kelelahan yang hebat, kolaps, dan kematian.

b. Benzodiazapine
Benzodiazapine tergolong obat penenang dan bentuknya kecil bulat pipih. Penggunaan obat ini dalam waktu lama dapat dihubungkan dengan rusaknya daya ingat dan kesadaran, kebergantungan secara fisik dan psikologis. Pemakai benzodiazepine mempunyai risiko tinggi atas kecelakaan dan kebingungan, khususnya pada orang berusia lanjut, juga terjadi penurunan kondisi kesehatan dan penurunan kemampuan dalam menangani masalah emosi dan masalah kehidupan. Pemakai dapat ditandai dari perilakunya yang terlihat lebih tenang dan tidak bersemangat, murung dan apatis, agak pelupa dan daya tangkapnya menurun. Secara medis benzodiazepine dapat digunakan untuk mengatasi ansietas (kecemasan), ketegangan, spasme otot, kejang, menimbulkan efek sedasi (menidurkan).

Pustaka - Mengenal Narkotika dan Jenisnya


Seri IPA KIMIA 2 oleh Crys Fajar Partana, M.Si.

Foto/Gambar

gettyimages
moneyteachers

0 comments:

Poskan Komentar