Senin, 12 November 2012

Karakteristik Artemia salina

Artemia salina sebagai pakan alami


Artemia salina atau brine shrimp adalah salah satu jenis udang primitif tingkat rendah yang termasuk dalam filum arthropods, kelas crustacea, ordo anostraca, dan famili artemidae. Zooplankton ini hidup di air laut yang berkadar garam tinggi, yakni 15-300 per mil, bersuhu 26-31 "C, dan ber-pH 7,3-8,4. Sebagai plankton, artemia mampu hidup di lingkungan yang berkadar garam tinggi. Padahal, tidak satu pun organisme lain yang mampu bertahan hidup pada kondisi tersebut. Dengan demikian, artemia relatif aman dari gangguan organisme pemangsa lain.


Sosok mikroskopis artemia. Termasuk kelas udang primitif tingkat rendah


Artemia berkembang biak dengan dua cara, yakni secara partenogenesis dan biseksual. Seluruh populasi artemia pada perkembangbiakan secara partenogenesis adalah betina. Artemia betina ini kemudian bertelur, menetas, dan menghasilkan individu baru berupa embrio. Telur-telur yang dihasilkan oleh artemia betina ini tidak dibuahi oleh sperma artemia jantan. Sementara itu, populasi artemia yang berkembang biak secara biseksual, terdiri atas jenis jantan dan betina yang melakukan proses perkawinan. Perkawinan ini menghasilkan individu baru berupa embrio. Embrio ini berkembang dari telur yang sebelumnya telah dibuahi oleh sperma artemia jantan.


Telur artemia. Di dalamnya terdapat embrio aktif yang siap di tetaskan



Daur hidup artemia mengalami beberapa fase sebagai berikut :


Fase Kista (Telur)
Fase kista adalah suatu kondisi istirahat pada hewan crustacea tingkat rendah seperti artemia. Ketika direndam ke dalam air laut, kista atau telur akan menyerap air (hidrasi). Akibatnya, di dalam kista terjadi proses metabolisme embrio yang aktif. Berselang 24-48 jam kemudian, cangkang kista akan pecah dan muncul embrio yang masih terbungkus oleh selaput penetasan.

Fase Nauplius
Nauplius adalah larva stadium tingkat pertama dari artemia. Pada fase ini, embrio yang masih terbungkus selaput penetasan akan berkembang menjadi organisme baru yang dapat berenang bebas di perairan. Fase ini diawali oleh pecahnya selaput penetasan yang masih membungkus embrio (nauplius). Larva ini berwarna jingga kecokelatan karena membawa kuning telur (egg yolk) yang melekat pada tubuhnya. Panjang tubuh nauplius 0,4 0,7 mm dengan berat 15-20 mikrogram.

Fase Dewasa
Fase dewasa adalah kondisi nauplius yang telah berkembang menjadi artemia dewasa. Ciri artemia dewasa adalah terdapat sepasang mata majemuk dan antena sensor pada kepala serta memiliki saluran pencernaan. Tubuh artemia dewasa dapat mencapai 1-2 cm dan beratnya sekitar 10 mg.

Pustaka - Karakteristik Artemia salina


Menghasilkan Pakan Alami untuk Ikan Hias Oleh Ir. Yusuf Bachtiar & Tim Lentera

Foto/Gambar
naturephoto-cz

0 comments:

Poskan Komentar