Sabtu, 13 Oktober 2012

Mengenal Umbi Bit dan Khasiatnya


Umbi Bit (Beta vulgaris L)


Si Merah Pengganti Gula Tebu
Bit adalah umbi dari tanaman Beta vulgaris L Tanaman dari keluarga Chenopodiaceae ini merupakan jenis sayuran subtropis yang sangat terkenal. Bagian yang dikonsumsi dari tanaman bit adalah umbi dan daunnya. Namun. yang biasa dipasarkan hanya umbinya. Sejak zaman kejayaan Prancis, umbi bit telah digunakan sebagai bahan baku untuk membuat gula putih. Umbi bit banyak mengandung sukrosa seperti yang terdapat pada tebu, tetapi kadarnya lebih rendah. Gula bit banyak diproduksi di Eropa. Gula tersebut digunakan untuk mengganti gula tebu yang tidak dapat tumbuh di negara beriklim dingin.

Di Indonesia, umbi bit tidak digunakan dalam kuliner asli Indonesia, melainkan banyak digunakan untuk masakan Eropa. Sebagian masyarakat Indonesia mengenal bit sebagai obat alami bukan sebagai sayuran.

Dalam setiap 100 gram umbi bit terdapat kalori sebanyak 43 kcal. Kalori tersebut berasal dari karbohidrat. Walaupun bit mengandung lemak. tetapi kadarnya sangat kecil. Karena itu, karbohidratlah yang paling dominan sebagai penyumbang kalori pada bit.

Dalam 100 gram bit terdapat karbohidrat sebesar 9,56 gram. Karbohidrat tersebut tersusun atas monosakarida dan polisakarida. Semakin tua umur umbi. semakin tinggi kadar polisakaridanya (berupa pati). Jenis karbohidrat terbanyak pada umbi bit adalah gula. Gula tersebut merupakan gula sederhana. yakni glukosa dan sukrosa. Bagi Anda yang merasa kelelahan, cobalah mengonsumsi umbi bit. Dalam waktu singkat, Anda akan mendapatkan energi baru seperti saat Anda minum minuman yang manis.

Uniknya, umbi bit memiliki ciri spesifik yang tidak ditemukan pada sayuran dan buah lain yang benvarna merah. Walaupun berwarna merah, umbi ini tidak memiliki pigmen merah (antosianin), melainkan betasianin (yang dominan betanin) dan beta-xanthin. Pigmen ini sangat spesifik, hanya terdapai pada umbi bit.

Lebih Aman daripada Gula Tebu

Gula bit jauh lebih aman dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus jika dibandingkan dengan gula tebu. Namun, tentu saja dengan porsi yang wajar. Gula bit memiliki nilai kemanisan (brix) yang lebih rendah daripada gula tebu.



Karena itu, minuman atau makanan yang ditambahkan gula bit tidak semanis jika menggunakan gula tebu. Jangan sampai Anda menggunakannya berlebihan, karena justru akan meningkatkan kalori yang tidak Anda kehendaki.

B. Gizi dan Manfaat Bit

a. Memperkuat Susunan Tulang
Bit mengandung banyak kalium. Kadarnya sebesar 518.6 mg/cup dan masuk dalam kategori unggul. Keberadaan kalium dalam bit dapat memperkokoh matrik tulang. Tanpa kalium yang cukup. tulang yang terbentuk tidak dapat tumbuh sempurna karena ikatan antar selnya longgar.

b. Pembersih Darah yang Ampuh
Umbi bit mampu membersihkan darah dari racun seperti logam berat alkohol dan zat kimia beracun. Sejak lama masyarakat Eropa menggunakannya sebagai obat antimabuk bagi pecandu minuman keras.

Tak hanya membersihkan darah secara keseluruhan, bit juga mampu melakukan detoksifikasi hati yang tercemar oleh obat beracun, yakni berbagai macam obat terlarang. obat yang tidak diresepkan oleh dokter, alkohol, zat aditif makanan yang berbahaya. dan obat yang salah minum.

Umbi Bit baik untuk :
- Cocok dengan semua jenis sayuran, kecuali wortel dan jagung manis
- Dikonsumsi mentah maupun dimasak


c. Melegakan Pernapasan
Kalium yang terkandung dalam bit berguna sebagai pembersih darah. Darah yang bersih mengandung cukup oksigen yang sangat diperlukan oleh tubuh. Bagi yang sering mengalami sesak napas, darah bersih akan menambah suplai oksigen untuk melegakan pernapasan.

Vitamin yang menonjol pada umbi bit adalah vitamin E dan masuk dalam kategori unggul. Kadarnya sebesar 136 mg/cup. Selain itu, bit juga mengandung vitamin C, meski dengan kadar yang tidak terlalu besar. Kadar vitamin C pada umbi tua hampir sama dengan yang terdapat pada wortel dan bawang bombai tetapi lebih kecil daripada umbi kentang.

d. Memaksimalkan Perkembangan Otak Bayi
Bagi ibu yang sedang hamil bit merupakan sayur sehat yang bisa dimasukkan dalam daftar menu Anda. Bit mengandung folat dalam jumlah cukup banyak sehingga berguna bagi perkembangan janin Anda. Folat diperlukan pada minggu minggu awal kehamilan dalam jumlah memadai agar perkembangan otak bayi normal.

Tak hanya bagi bayi, para manula pun perlu kecukupan folat agar mereka terhindar dari penyakit alzheimer, yakni penyakit yang ditandai dengan kepikunan atau penurunan daya ingat.

e. Mengatasi Anemia
Folat yang terkandung dalam bit juga bermanfaat untuk pembentukan darah merah. Dr. Frotz Keitel, seorang hematologi dari Jerman. menyatakan bahwa tak ada obat mujarab untuk menaikkan kadar darah merah selain bit. la mengatakan bit merupakan obat alami yang ampuh untuk anemia dan memperkuat daya tahan tubuh.

f. Antikanker
Bit mengandung betasianin yang dikenal sebagai fitokimia antikanker. Banyak penelitian menyimpulkan tentang kemampuan betasianin sebagai antikanker. Dalam menghambat kanker, betasianin bekerja sama dengan beberapa mineral dan fitokimia yang berperan sebagi antikanker.

Ada beberapa macam fitokimia pada umbi bit yakni betain, betalain. allatine, farnesol, asam salisilat, dan saponin. Berdasarkan uji ilmiah yang ada, diketahui bahwa mekanisme antikanker yang dilakukan oleh fitokimia pada umbi bit sangatlah kompleks. Mekanisme tersebut sebagai berikut :

• Mencegah pembentukan nitrosamin dari nitrat. Nitrosamine adalah penyebab kanker kolon yang utama .
• Mencegah terjadinya mutasi sel sehat agar tidak berubah me njadi sel yang abnormal. Sel abnormal terbentuk karena pengaruh radikal bebas.
• Meningkatkan imunitas tubuh dengan jalan meningkatkan killer sel pada butir darah putih.
• Mendeteksi dan mengeleminir sel yang rusak, sehingga risiko kanker dapat diturunkan.

Uji laboratorium membuktikan bahwa senyawa antikanker tersebut berperan untuk mencegah pertumbuhan sel kanker, khususnya kanker prostat, kanker payudara, dan kanker darah (leukemia). Sebuah studi yang dilakukan di Howard University membuktikan bahwa ekstrak bit mampu menghambat kanker kulit, kanker paru-paru, dan kanker hati tikus melalui proses detoksifikasi.

g. Melenyapkan Parasit yang Menginfeksi Tubuh
Di Eropa Tour seperti di Hungaria, jus umbi bit banyak digunakan dalam terapi bagi penderita infeksi dan untuk melenyapkan parasit yang menginfeksi tubuh. Dalam fungsi ini, kandungan betanin dalam bit memiliki efek yang lebih kuat daripada betasianin.

Selain sebagai antikanker, betanin juga diketahui memiliki fungsi lain yang tidak berhubungan dengan penyakit kanker diantaranya sebagai berikut.

• Menghambat oksidasi lemak dan dekomposisi pada hemeeritrosit (hemoglobin).
• Mempercepat regenerasi hati dan konversi lemak dalam hati.
• Menenangkan pikiran karena dapat meningkatkan kadar S-adenosyl methionin (SAM), sehingga kadar serotin dalam otak meningkat. Akibatnya, stres yang sedang dialami menjadi berkurang .Hal ini sangat berguna bagi penderita hipertensi dan seseorang yang sedang mengalamidepresi.
• Mengobati arterosklerosis, gagal ginjaI, dan hepatitis.
• Mencegah stroke pada penderita homocystinuda, yaitu orang yang memiliki kadar homosistein yang tinggi sehingga menjadi toksin bagi btubuh dan memacu serangan jantung serta dapat menimbulkan stroke.



h. Mengatasi Jantung Koroner
Bit me miliki efek penyembuhan yang dapat diandalkan. khususnya bagi penderita jantung koroner. Betain yang dikandungnya merupakan detoksyang baik untuk menghilangkan pengaruh buruk yang disebabkan oleh homosistein.

Homosistein adalah penyebab luka pada pembuluh darah yang harus dihindari oleh para penderita jantung koroner. Biasanya , homosistain dilenyapkan oleh vitamin 89 dan B2. Namun, jika kedua vitamin tersebut tidak terpenuhi, maka betain dapat menggantikan fungsi kedua vitamin B tersebut.

i. Mengencerkan Darah dan Antiradang
Selain itu, bit me miliki kandungan asam salisilat yang cukup banyak. Asam salisilat memiliki efektivitas seperti aspirin, yakni mengencerkan darah. Darah yang encer merupakan salah satu syarat jantung sehat.

Tak hanya itu asam salisilat juga bertungsi sebagai anti radang yang cukup efektif. Peradangan pada pembuluh darah akan menimbulkan aterosklerosis yang pada gilirannya akan melemahkan kerja jantung.

j. Menu Rendah Kalori
Pengidap Hiperkolesterol dan Hiperlipemia Umbi bit sering direkomendasikan ahli nutrisi dalam daftar menu diet bagi pengidap hiperkolesterol (kelebihan kolesterol dalam darah) dan hiperlipemia (akibat kelainan metabolisme lemak darah). Rujukan ini diberikan karena bit merupakan menu rendah kalori. Energi yang diberikan persatuan beratnya rendah, tetapi tetap mengenyangkan karena mengandung cukup banyak serat.

k. Menurunkan Kadar Lemak dan Kolesterol
Bit juga mampu menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam tubuh. Uji laboratorium pada binatang menunjukkan bahwa mengonsumsi bit secara teratur dapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar 30%. Penurunan kolesterol total diikuti dengan peningkatan jumlah kolesterol baik (HDL).

Penelitian lain membuktikan bahwa dengan mengonsumsi bit secara rutin. kadar trigliserida dalam darah akan mengalami penurunan secara nyata. Penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida serta peningkatan HDL merupakan harapan bagi para penderita penyakit kardiovaskuler.

l. Anti-inflamasi
Sebuah penelitian yang dilakukan di Yunani membuktika bahwa pemberian betain pada binatang percobaan mampu menurunkan inflamasi hingga 20%. Betain memiliki kontribusi besar dalam mengatur oksidasi yang terjadi pada mitokondria sehingga kadar homosistein menurun dan inflamasipun batal terjadi.

Steven Zeisel dari University of North Carolina mengungkap bahwa betain tidak bekerja sendirian, tetapi secara sinergis bekerja lama dengan choline . Choline adalahprotein yang terdapat pada putih telur. Karena itulah, untuk mendapakan efek anti inflamasi yang baik, Anda dapat mencoba mengonsumsi umbi bit bersama dengan putih tolur.



Tidak Perlu Panik
Setelah mengonsumsi bit, urine Anda akan berwarna merah. Anda tak perlu panik. Hal ini wajar dan aman bagi kesehatan Anda. Perubahan warna urine dan tinja menjadi merah karena bit disebut beeturio. Proses ini umum terjadi dan menandakan bahwa tubuh Anda merespon pigmen betain dari bit yang dikonsumsi. Artinya, manfaat bit telah diterima tubuh Anda.

m. Melancarkan BAB
Sebagian herbalis memanfaatkan selulosa yang terkandung pada umbi bit sebagai obat wasir. Selulosa adalah serat makanan larut dalam air yang berfungsi meningkatkan peristaltik usus besar sehingga BAB menjadi lancar.

n. Sebagai Obat Luar
Campuran jus umbi bit dengan cuka sering digunakan oleh para herbalis Eropa sebagai obat luar untuk borok di kulit, mempercepat pemecahan bisul, mencegah radang pada jerawat.dan mengatasiketombe.

Secara empiris umbi bit sering digunakan oleh naturopathy Barat untuk mengobati berbagai gangguan penyakit. Jus bit digunakan untuk menyembuhkan penyakit kuning (jaundice), hematitis, dan kelainan empedu. Untuk mengatasi gangguan ginjal, biasanya jus umbi bit dicampur dengan umbi wortel.

C. Efek Negatif Umbi Bit
Walaupun bit memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tidak berarti Anda dapat sesuka hati mengonsumsi sayuran umbi tersebut. Umbi bit tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak sebab justru akan berefek buruk pada kesehatan.

Jangan mengonsumsi bit setiap hari, harus ada tenggang waktu agar efek yang dimilikinya bekerja maksimum. Porsi yang kita makan juga secukupnya. yakni tidak lebih dari satu porsi (mangkuk kecil) bit segar setiap hari.

Umbi Bit tidak disarankan bagi :
- Penderita diabetes mellitus
- Penderita osteoporosis





a. Tidak Dianjurkan bagi Penderita Diabetes
Mengingat banyak mengandung gula umbi bit sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus (DM ). Dengan makan satu porsi umbi bit, tubuh mendapat asupan gula yang cukup besar, sehingga akan meningkatkan kadar gula yang tidak diinginkan. Walaupun umbinya tidak dianjurkan bagi penderita DM, gula bit adalah gula yang baik untuk dikonsumsi penderita DM sebagai pengganti gula tebu.

b. Menyebabkan Defisiensi Kalsium
Bit mengandung banyak oksalat yang akan mengikat kalsium yang ada. Akibatnya , kalsium tidak tersedia bagi tubuh. Kita ketahui bahwa kalsium merupakan unsur makro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak. Di dalam tubuh, kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang yang sehat, menyerap kelebihan lemak, dan mengatur aktivitas enzim.

Defisiensi kalsium akan menyebabkan tulang rapuh, tekanan darah meningkat, inflamasi pada lambung, dan mengalami sakit saat menstrual. Defisiensi kalsium akan menjadi semakin parah dengan adanya oksalat yang mengikat kalsium.

Walaupun makanan Anda cukup banyak mengandung kalsium. tetapi jika terdapat banyak oksalat, kalsium yang ada dari makanan yang Anda konsumsi tidak dapat dimanfaatkan. Para manula dan wanita yang telah menopause. sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi bit agar terhindar dari osteoporosis dini.

c. Membentuk Batu Ginjal
jika jumlahnya berlebihan, persenyawaan oksalat dan kalsium akan membentuk kristal yang lama-kelamaan membesar menjadi batu ginjal yang berbahaya bagi kesehatan ginjal Anda.



Tabel. Kandungan nutrisi dalam 100 gram umbi bit









































































































Komponen GiziJumlahKomponen GiziJumlah
Air87,58 gTembaga0,075 mg
Energi43 kcalMangan0,329 mg
Protein1,61 gSelenium0,7 mg
Lemak total0,17 gVitamin C4,9 mg
Abu1,08 gVitamin B10,031 mg
Fosfor66 mgEnergi25 kcal
Karbohidrat9,56 gVitamin B30,334 mg
Serat2,8 gVitamin B50,155 mg
Gula6,76 gVitamin B60,067 mg
Kalsium16 gVitamin B9109 mcg
Zat besi0,8 mgCholine6,0 mcg
Magnesium23 mgBetain1.287 mg
Fosfor40 mgVitamin A33IU
Kalsium325 mgBeta-karoten30 mcg
Natrium78 mgVitamin E0,04 mg
Seng0,35 mgVitamin K0,2 mg

Sumber: Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI (1992)

Pustaka - Mengenal Sayuran Andewi dan Khasiatnya


Cerdas Memilih Sayuran Oleh Lanny Lingga

0 comments:

Poskan Komentar