Jumat, 19 Oktober 2012

Mengenal Pasir Zeolit

Mengenal Pasir Zeolit


Zeolit adalah sejenis tanah yang mengandung aluminium, silikon, dan oksigen. Atom-atom ini berikatan membentuk struktur 3 dimensi yang memiliki banyak muatan negarif. Seluruh muatan negatif ini harus dinetralkan dengan muatan postal. Umumnya, zeolit berikatan dengan ion Na+ membentuk senyawa natrium zeolit (Na—zeolit).

Zeolit yang memiliki rumus Na2(AI2SiO3010).2H20 atau memiliki pori-pori yang dapat dilewati oleh air. Ketika suatu larutan yang mengandung ion Ca2+,Mg2+ atau Fe3+ dilewatkan melalui zeolit, ion-ion ini akan menggantikan ion Na+. Hal ini disebabkan ion Na+ berikatan lebih lemah dengan matriks zeolit dibandingkan ion Ca2+,Mg2+ atau Fe3+. Pikirkan oleh Anda, mengapa demikian ? Jika zeolit dituliskan sebagai Z, persamaan berikut menggambarkan proses pelunakan kesadahan air.


Ketika ion Ca2+ dari air menggantikan posisi ion Na+ pada zeolit, berarti air tersebut sudah bebas dari kesadahan. Seperti resin penukar ion, zeolit yang sudah jenuh juga dapat dicuci dengan larutan NaCI berkonsentrasi tinggi. Konsentrasi NaCI yang tinggi ini memungkinkan ion Na+ menggantikan ion Mg2+ atau Ca2+ pada zeolit sehingga zeolit dapat digunakan kembali. Ion Mg2+ atau Ca2+ yang dibebaskan, masing-masing membentuk senyawa MgCI2 dan CaCl2.


Resin penukar ion dan zeolit dapat digunakan untuk mengatasi kesadahan air.


Kegunaan Zeolit
Pasir zeolit perlu ditambahkan jika kita menanam kaktus dan tanaman sukulen. Zeolit ditaburkan di atas campuran kompos dengan ketebalan 2-4 cm. Pasir zeolit yang biasa digunakan berukuran butiran halus (dipasarkan dengan kode 501). Selain berfungsi sebagai media tanam, zeolit juga berfungsi sebagai dekorasi.

Pasir zeolit memiliki keunggulan, yakni bisa dijadikan patokan waktu penyiraman. Pasir zeolit yang kering berwarna putih atau abu-abu, sedangkan pasir zeolit yang basah berwarna biru kehijauan. Dengan memperhatikan warnanya, bisa ditentukan kapan waktunya harus menyiram. Pasir zeolit mengandung unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman. Karena itu, pasir zeolit menjadi pilihan untuk melengkapi kebutuhan media tanam dalam terarium.

Pasir zeolit yang baru dibeli memiliki kadar air yang tinggi, sehingga perlu diturunkan. Menurunkan kadar air pasir zeolit dilakukan dengan cara menyangrainya di atas api besar selama 15 menit. Penyangraian dilakukan dalam wadah tahan panas seperti panci atau wajan. Setelah itu, pasir zeolit harus didinginkan.

Ketik KOMODO kirim ke 9818 " HANYA " Rp. 1, Dukung Pulau Komodo Menjadi 7 Keajaiban Dunia

Pustaka - Mengenal Pasir Zeolit


- Kimia Oleh Nana Sutresna
- Membuat Terarium; dari Hobi Menjadi Bisnis Oleh Anie Kristiani


Foto/Gambar
smartagrodigdaya.wordpress

0 comments:

Poskan Komentar