Jumat, 19 Oktober 2012

Jenis Pengawet Makanan

Jenis Pengawet pada Makanan


Bahan pengawet merupakan bahan tambahan yang diberikan kepada makanan dengan tujuan menghambat terjadinya fermentasi, penguraian, atau hal-hal lain yang diakibatkan oleh mikroorganisme sehingga makanan tersebut lebih tahan lama. Namun. dewasa ini beberapa pengawet yang beredar di pasaran ternyata merupakan pengawet yang dilarang digunakan dalam makanan.

Beberapa pengawet yang cukup berbahaya dan sudah tidak dianjurkan dipakai seperti boraks dan formalin dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh kita. Boraks sering dipakai sebagai pengawet tabu, bakso, dan makanan yang lain. Sedangkan formalin sering dipakai untuk mengawekan mie bakso, tahu dan yang lain.

1. Pengawet Buatan
Pengawet buatan yang dimaksud di sini adalah pengawet hasil produksi pabrik. Ada beberapa pengawet buatan yang diizinkan dan sering digunakan di pasaran antara lain asam asetat. natrium benzoat, asam benzoat, garam nitrit, vitamin C, vitamin E atau tokoferol sulfit dan sebagainya.

a. Asam Asetat
Main asetat atau yang biasa kita kenal dengan nama asam cuka. Selain sebagai pemberi rasa masam seperti yang dipakai dalam makanan bakso, pempek dan sebagainya, asam asetat memiliki sifat antimikroba sehingga dapat digunakan sebagai pengawet makanan. Contoh makanan yang mengandung asam asetat adalah acar  saos tomat, saus cabai, sambal dan lain-lain.

b. Benzoat
Di pasaran, benzoat biasanya ditemukan dalam bentuk garam (natrium benzoat) dan asam benzoat. Bahan pengawet ini digunakan untuk mengawetkan berbagai produk makanan atau minuman ringan seperti kecap, salts, selai. sari buah, nata de coco, agar-agar dan sebagainya.

c. Garam Nitrit
Garam nitrit biasa digunakan untuk pengawet daging, baik daging biasa maupun daging olahan seperti kornet, sosis. dan sebagainya. Senyawa nitrit juga dapat digunakan untuk mengawetkan makanan atau kue-kue kering. Namun, saat ini senyawa nitrit dicurigai merupakan penyebab kanker, sehingga untuk sementara senyawa nitrit tidak diperbolehkan dipakai sebagai bahan pengawet.

d. Sorbat
Sorbat biasa kita temukan dalam bentuk garam atau asam sorbat. Sorbat berfungsi sebagai penghambat tumbuhnya kapang pada makanan. Sorbat biasa ditemukan pada margarin, acar. keju, anggur dan lain-lain.

e. Propianat
Sama seperti sorbat propianat umumnya berbentuk garam atau asam propianat. Selain mencegah pertumbuhan kapang, propianat juga digunakan untuk menghambat pertumbuhan Barcillus mesentericus yang dapat menyebabkan kerusakan. Propianat digunakan dalam pengawetan roti dan keju.

f. Sulfit
Sulfit berbentuk garam kalium dan biasa dipakai dalam pengawetan udang beku, sari nanas atau potongan kentang.

g. Vitamin C
Vitamin C atau asam askorbat dapat pula berfungsi sebagai pengawet makanan. Makanan yang telah diberi vitamin C dapat bertahan selama beberapa waktu. Vitamin C merupakan antioksidan. sehingga selama makanan tersebut masih mengandung vitamin C. maka yang akan teroksidasi adalah vitamin C nya dahulu. Vitamin C sering ditambahkan pada minuman kemasan, nata de coca, dan sebagainya.

h. Vitamin E atau Tokoferol
Sebagaimana dengan vitamin C. vitamin E juga dapat dipakai sebagai pengawet. Kerja vitamin E sama seperti vitamin C, yaitu sebagai antioksidan. Karena vitamin E dapat larut dalam minyak maka vitamin E dipakai dalam makanan yang mengandung minyak tinggi. Misalnya pengawet minyak kelapa, mentega, dan sebagainya.

2. Pengawet Alami
Pengawet alami adalah zat yang dapat dipakai sebagai pengawet yang diperoleh secara langsung dari alam.

a. Garam Dapur
Pernahkan kamu melihat ikan asin yang telah dikeringkan? Mengapa ikan tersebut mampu bertahan dalam waktu yang lama. Ikan dapat tahan lama karena diberi pengawet alami yaitu garam dapur. Garam dapur selain sebagai bumbu dapur dapat berfungsi pula sebagai pengawet. Selain sebagai pengawet ikan. garam dapur juga dipakai untuk mengawetkan telur yang disebut dengan telur asin.

b. Gula pasir
Gula pasir dapat digunakan sebagai pengawet alami. Gula pasir sering dipakai untuk mengawetkan buah-buahan dengan cara memasukkan buah tersebut ke dalam larutan gula pasir yang pekat. Gula pasir juga dipakai dalam pengawetan nata de coco. Dalam praktiknya gula pasir sering dikombinasikan dengan asam sitrat, sehingga pengawetan dapat berjalan lebih efekif.

Ketik KOMODO kirim ke 9818 " HANYA " Rp. 1, Dukung Pulau Komodo Menjadi 7 Keajaiban Dunia

Pustaka - Jenis Pengawet Makanan


Seri IPA KIMIA 2 oleh Crys Fajar Partana, M.Si.

Foto/Gambar
lintasberita

0 comments:

Poskan Komentar