Rabu, 17 Oktober 2012

Budidaya Tanaman Kakao Coklat

Budidaya Kakao


Persiapan lahan Kakao Coklat
- Bersihkan alang-alang dan gulma (tanaman liar) lainnya.
- Gunakan tanaman penutup tanah (cover crop) terutama jenis polong-polongan seperti Peuraria javanica, Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides & C, caeraleum untuk mencegah pertumbuhan gulma terutama jenis rumputan.
- Gunakan juga tanaman pelindung seperti Lamtoro, Gleresidae dan Albazia, tanaman ini ditanam setahun sebelum penanaman kakao dan pada tahun ketiga jumlah dikurangi hingga tinggal 1 pohon pelindung untuk 3 pohon kakao (1 :3).

Pembibitan Kakao Coklat

- Sebelum disemai, rendam benih dengan larutan Tiens Golden Harvest (10 ml Tiens Golden Harvest : 1 liter air) biarkan selama 2 jam. Kemudian siap disemai.
- Media untuk bibit kakao merupakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 :1.
- Sebelum kecambah dimasukkan tambahkan 1 gram pupuk TSP/SP-36 ke dalam tiap¬tiap polibag (kantong plastik untuk tanaman).
- Pemupukan dengan N P K ( 2 : 1 : 2 ) dosis sesuai dengan umur bibit, umur 1 bulan : 1 gr/bibit, 2 bulan ; 2 gr/bibit, 3 bulan : 3 gr/bibit, 4 bulan : 4 gr/bibit.

Pemupukan dengan cara ditugal.
- Siramkan larutan Tiens Golden Harvest (10 ml Tiens Golden Harvest : 2 liter air) semprotkan / siramkan secukupnya dan merata pada setiap media di polybag, lakukan setiap 10 hari sekali.

Penanaman Kakao Coklat

A. Lubang tanam
- Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm. Berikan pupuk kandang yang dicampur dengan tanah (1:1) ditambah pupuk TSP 1-5 gram per lubang.
- Semprotkan Tiens Golden Harvest secara merata pada setiap lubang tanam (2 liter Tiens Golden Harvest per hektar).

B. Tanam bibit
Bibit kakao ditanam setelah berumur 6 bulan, saat ditanam, pohon naungan harus sudah tumbuh, apabila menggunakan sistem tumpang sari, tidak perlu naungan, misalnya tumpang sari dengan pohon kelapa.

Pemeliharaan tanaman Kakao Coklat

- Sebelum kecambah dimasukkan tambahkan 1 gram pupuk TSP/SP-36 ke dalam tiap¬tiap polibag.Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/ pohon.
- Buat lubang pupuk di sekitar tanaman dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk kemudian ditutup kembali. Dosis pupuk lihat dalam tabel di bawah ini.





























































































Umur (bln)Dosis Pupuk Makro (kg/ph/th)
Urean (kg)TSP (kg)MOP/KCL (kg)Kiesertie (MgSO4) (kg)
2 15 15 8 8
6 15 15 8 8
10 25 25 12 12
14 30 30 15 15
18 30 30 45 15
22 30 30 45 15
28 100 150 125 60
32 100 150 125 60
36 100 150 125 80
42 100 150 125 80
Dst Dilakukan analisa Tanah
Pupuk Hayati Tiens Golden Harvest
Diberikan 3 kali setahun, sejak bibit ditanam dilahan untuk 1 kali aplikasi dibutuhkan 2 liter pupuk hayati Tiens Golden Harvest Per Hektare, Per tahun dibituhkan 6 Liter


Pohon kakao (coklat) yang ditanam dengan menggunakan teknologi Tiens Golden Harvest di Kalimantan.


Tanaman sudah menghasilkan

Pupuk hayati Tiens Golden Harvest
Berikan larutan Tiens Golden Harvest (1 liter Tiens Golden Harvest : air max 200 liter) pada sekitar pangkal batang, sebanyak ± 2 - 3 liter, ulangi setiap 4 bulan sekali. Per tahun dibutuhkan 8 liter.

Pupuk kimia

DOSIS PEMUPUKAN BERDASARKAN UMUR































Umur (th)Urea (gr/ph/th)Sp36 (gr/ph/th)KCL (gr/ph/th)Frekuensi
6 - 153502603002 KALI/TH
16 - 253001902502 KALI/TH
> 25 S/D 2 Tahun sebelum peremajaan200-1502 KALI/TH

BIAYA PEMUPUKAN KARET
KONVENSIONAL DIBANDINGKAN DENGAN TIENS GOLDEN HARVEST





































































Jenis PupukAsumsi Harga Per Kg/LtrDosis Pupuk (Perhektar/Sekali Tanam
Cara Konvensional/Petani
Tiens Gold Harvest
JumlahTotalJumlahTotal
P. Kandang
Rp 350----
Urea / ZA
Rp 1.400450 kgRp. 630.000225 kgRp 315.000
TSP/ SP 36Rp 1.700150 kgRp 255.00075 kgRp 127.000
KCLRp 6.000150 kgRp 900.00075 kgRp 450.000
TIENS GOLDEN HARVESTRp 90.000-6 ItRp 540.000
JUMLAH Rp 1.875.000Rp. 1.432.000

Pustaka - Budidaya Tanaman Kakao Coklat


TIENS GOLDEN HARVEST : Pupuk Hayati Ramah Lingkungan Oleh Golden Harvest Sharing Forum

0 comments:

Poskan Komentar