Selasa, 18 September 2012

MANFAAT BIJI MIMBA


Manfaat Biji Mimba Untuk Kehidupan Manusia


Tanaman mimba banyak menyumbangkan manfaat bagi kehidupan manusia. Biji mimba dapat digunakan sebagai insektisida alami. Selain itu, berfungsi juga sebagai pembunuh jamur (fungisida) dan pembunuh bakteri (antibakteri). Aneka manfaat dari biji mimba ini erat kaitannya dengan komponen kimia yang dikandungnya.

Insektisida Alami
Komponen aktif azadirakhtin dalam biji mimba memiliki daya bunuh terhadap serangga, terutama serangga yang tergolong hama bagi tanaman budi daya. Karena itu, sari pati atau ekstrak biji mimba dapat digunakan sebagai insektisida alami yang ramah lingkungan, karena insektisida ini mudah didegradasi atau dihancurkan secara alami. Akibatnya, tidak mempunyai efek racun bagi manusia dan tidak membunuh hewan lain yang bukan sasaran. Dengan kata lain, ekstrak biji mimba hanya membunuh jenis-jenis serangga tertentu yang tergolong hama atau perusak tanaman budi daya. Jenis-jenis serangga yang bisa dikendalikan dengan ekstrak biji mimba sebagai berikut.

Tabel. Jenis serangga yang peka terhadap insektisida biji mimba


Insektisida alami umumnya tidak langsung membunuh serangga sasaran. Awalnya, keadaan ini kurang disukai masyarakat. Namun, dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan racun serangga berbahan kimia, minat untuk menggunakan insektisida alami semakin meningkat. Penggunaan bahan alami ini didukung juga oleh tuntutan pasar ekspor yang mensyaratkan kandungan maksimal residu pestisida. Insektisida alami sebagai salah satu bagian dari jenis pestisida, berdasarkan penelitian dan pengalaman di lapangan, memenuhi kriteria sebagai pestisida yang ramah lingkungan.

Ekstrak biji mimba memiliki daya kerja yang bersifat repelen (repellent), yaitu menolak kehadiran serangga terutama karena baunya yang menyengat. Contohnya, terhadap ulat kapas dan penggerek padi. Daya kerja insektisida biji mimba terhadap serangga sasaran yang tergolong hama tanaman sebagai berikut.

1. Mengganggu dan menghambat pertumbuhan telur, larva, dan pupa.
2. Memblokir atau menghambat pembentukan kepompong dari larva.
3. Mengganggu proses perkawinan dan komunikasi seksual.
4. Meracuni larva daun dewasa.
5. Mencegah betina untuk bertelur.
6. Mensterilisasi serangga dewasa sehingga tidak bisa melakukan perkawinan.
7. Mencegah serangga makan tanaman (antifeecling).
8. Mengurangi motilitas saluran pencernaan serangga.
9. Menyebabkan metamorfosis pada berbagai tahapan pertumbuhan serangga tidak normal.
10. Menghambat pembentukan kitin pada larva sehingga proses pergantian kulit menjadi terhambat.

Dilihat dari daya kerjanya, jelas sekali bahwa insektisida alami ini tidak langsung mematikan serangga sasaran. Meskipun efek kerja insektisida biji mimba ini relatif lambat, setelah 7-10 hari penyemprotan dilakukan, serangga sasaran akan mati.

Kelebihan utama penggunaan insektisida alami adalah kemampuannya untuk diuraikan atau didegradasikan secara cepat. Proses penguraiannya dibantu oleh komponen alam, seperti sinar matahari, udara, dan kelembapan. Dengan demikian, insektisida alami yang disemprotkan beberapa hari sebelum dilakukan pemanenan tidak meninggalkan residu. Karenanya, produk yang dihasilkan bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu khawatir adanya serangan bahan aktif yang tersisa atau residu insektisida tersebut.

Insektisida alami seperti azadirakhtin dari biji mimba memiliki daya aksi yang tergolong cepat, terutama untuk menghentikan nafsu makan organisme pengganggu tanaman (OPT), meskipun tidak langsung mematikan. Selain itu, memiliki daya fitotoksisitas yang rendah, sehingga tidak meracuni dan tidak merusak tanaman.

Insektisida mimba telah diproduksi secara komersial di beberapa negara dengan berbagai nama dagang. Di Amerika Serikat, insektisida berbahan mimba ini dikomersialkan dengan nama dagang Margosan. Perusahaan Jerman, Trifolid-M Gmbh memproduksi dan memasarkan Nemazal yang sekarang telah menjangkau pasar Indonesia. India juga mengeluarkan produk pestisida dari biji mimba dengan nama Nemactin.

Kelompok Penelitian dan Pengembangan (KPP) Ilmu Hayati Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) ITB sejak tahun 1990-an memperkenalkan insektisida biji mimba dan menjadikan mimba sebagai salah satu topik penelitian unggulannya. Produk insektisida LPPM ITB diberi nama Pesnim. Perbaikan teknologi pembuatan Pesnim ini telah diperbaiki sejak Indonesia mengalami krisis moneter dengan tujuan agar tetap mempertahankan mutu dengan harga terjangkau.

Pustaka-MANFAAT BIJI MIMBA


Mimba; Tanaman Obat Multifungsi Oleh Dr. Sukrasno & Tim Lentera

0 comments:

Poskan Komentar