Rabu, 05 September 2012

Alergi Gigitan Kutu

Alergi : Gigitan Kutu ( flea bite hypersensitivity )


Sinonim: flea bite hypersensitivity, alergi gigitan kutu.
Masyarakat awam sering mendengar adanya alergi oleh makanan tertentu, obat tertentu, atau debu. Namun demikian, alergi terhadap gigitan kutu/insekta mungkin jarang terdengar. Insekta yang menyerang hewan kadang-kadang dapat menggigit orang. Meskipun dalam tempo singkat, gigitan kutu/ insekta tersebut sudah mampu menimbulkan reaksi alergi. Pada hakikatnya, reaksi alergi timbul karena ada zat allergen yang masuk ke dalam tubuh kita. Zat tersebut dapat berbentuk apa saja seperti makanan, obat, serbuk bunga (pollen), debu, dsb.

Flea dalam bahasa Indonesia berarti pinjal, yaitu insekta kecil yang sering berada pada anjing atau kucing. Pinjal berbeda dengan caplak (tick), baik bentuknya (morfologinya) maupun cara hidupnya (biologinya). Orang awam sering menyebut pinjal ataupun caplak sebagai kutu kucing atau anjing. Pinjal lebih sering terlihat pada kucing daripada pada anjing, sehingga orang menyebut "kutu kucing", meskipun kutu tersebut ada pada anjing.

Sebenarnya, ada jenis atau species pinjal pada kucing yang disebut Ctenocephalides felis dan pinjal pada anjing yang disebut Ctenocephalides canis. Kita tidak perlu pusing yang mana pinjal kucing dan mana pinjal anjing. Yang pasti, pinjal ini cukup mengganggu pada kehidupan hewan kesayangan kita apabila dibiarkan menghinggapinya. Di samping itu, pinjal sering membawa bibit cacing pita, karena dalam siklus hidup cacing pita tertentu (Diphylidium caninum) diperlukan induk semang antara (intermediate host), yakni pinjal, sebelum mencapai bentuk dewasa dalam tubuh anjing atau kucing.

Pinjal mempunyai bentuk pipih vertical, sedangkan caplak dalam bentuk larva atau tidak berisi telur berbentuk pipih horizontal. Warna parasit ini coklat kehitam-hitaman, dan sering bergerak dengan cepat di dasar kulit hewan. Pinjal dewasa hidup dari mengisap darah anjing atau kucing. Pada waktu pinjal menggigit anjing, kucing atau orang, air ludah (saliva) pinjal tersebut ikut masuk ke dalam kulit. Air ludah pinjal itulah yang menimbulkan radang kulit (dermatitis) disertai reaksi alergi. Reaksi ini harus dibedakan dengan reaksi allergi yang ditimbulkan oleh penyebab lain seperti makanan atau benda-benda tertentu seperti plastik.

Pemberantasan pinjal dewasa dari tubuh anjing atau kucing relatif mudah dilakukan, tetapi dalam tempo singkat pinjal akan datang lagi ke tubuh anjing atau kucing apabila tempat persembunyian anak-anak pinjal tidak dibersihkan. Untuk itu, diperlukan pengetahuan tentang siklus hidup pinjal sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat untuk memberantas pinjal secara menyeluruh, sehingga dapat terhindar dari gigitan kutu yang mengakibatkan alergi.

Pustaka - Alergi Gigitan Kutu


Penyakit Zoonotik Pada Anjing Dan Kucing Oleh Soeharsono

Foto/Gambar
antitickspray.blogspot

0 comments:

Poskan Komentar